Rabu, 03 April 2019

Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi


Penerapan Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) pada PT. Nestle Indonesia

I. PEMBAHASAN

Penerapan ERP di Perusahaan Nestle Nestle adalah perusahaan makanan terbesar diseluruh dunia dengan ribuan macam produk dan unit bisnis di lebih dari 84 negara. Nestle mulai tumbuh dan berkembang menjadi sebuah perusahaan makanan terbesar di dunia, serta perusahaan makanan dan minuman yang telah dipercaya oleh banyak orang di seluruh dunia secara turun temurun hingga sekarang. Perusahaan Nestle tersebar di seluruh mancanegara, Nestle berkomitmen untuk tetap mengembangkan produk-produk melalui inovasi dan renovasi demi memuaskan kebutuhan konsumennya di seluruh dunia. Lokasi sebuah perusahaan sangatlah berpengaruh terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. Maka daripada itu Nestle selalu melakukan riset sebelum mendirikan cabang di suatu Negara, hal ini di tujukan agar nanti nya saat berdirinya pabrik Nestle di Negara tersebut dapat berjalan dengan efisien dan efektif terkait dengan keberlangsungan lini bisnis perusahaan.

Nestle menerapkan strategi manajemen kontrol sistem yang terdesentralisasi, dengan mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan di masing-masing unit bisnis sehingga keputusan-keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi di masing-masing negara. Untuk mengkoordinasikan seluruh unit bisnisnya di seluruh dunia maka dibutuhkan peranan sistem teknologi informasi yang bisa mengkoordinasikan seluruh aktivitas bisnis agar diperoleh competitive advantage. Sebelumnya Nestle telah menerapkan corporate intranet pada tahun 1997, yang bertujuan mendukung lima kegiatan bisnisnya yaitu purchasing, marketing, business intelligence, teknologi, dan manajemen sumberdaya manusia. Corporate intranet ini dikenal dengan Nestle Intranet Kit Assistant (NIKITA). NIKITA ini merupakan software yang dikembangkan oleh Nestle sendiri dan menjadi blueprint bagi pengembangan proyek intranet selanjutnya. Sistem ini digunakan lebih dari 80.000 karyawan Nestle di seluruh dunia.

Email merupakan sarana interaksi yang fundamental di Nestle dan sudah menjadi budaya kerja di Nestle untuk berinteraksi antar departemen dengan hanya menggunakan email. Pemberitahuan, berita-berita penting, instruksi, dan komunikasi bisnis biasa menggunakan media email. Oleh karena itu intranet dan email merupakan kebutuhan pokok Nestle dan membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan efisien. Dengan makin ketatnya persaingan di industri bisnis makanan, maka Nestle membutuhkan dukungan teknologi informasi yang bisa menyatukan semua bisnis unit Nestle di seluruh dunia dan mengaplikasikan proses bisnis yang efisien dan efektif.

Oleh karena itu pada tahun 2000, Nestle meluncurkan proyek GLOBE (Global Business Excellence) yang merupakan proyek terbesar Nestle selama 135 tahun berdirinya perusahaan ini. Tujuan dari proyek GLOBE adalah meningkatkan kinerja dan efisiensi bisnis Nestle di seluruh dunia. Program GLOBE menghilangkan kompleksitas yang tidak perlu dalam sebuah proses dan menjadikan Nestle sebagai perusahaan yang saling berketerkaitan. Proyek GLOBE ini merupakan sistem ERP (enterprise resource planning) yang menggunakan software SAP. Implementasi sistem ERP termasuk Workplace, SAP R/3, BW, APO, CRM, EBP dan Knowledge Warehouse. Proyek ini terbagi menjadi empat kegiatan pokok, yaitu Business Excellence, Data Standard&Data NIKITA (Nestle Intranet Kit Assistant) Purchasing Marketing Business Intelligence Teknologi Manajemen SDM Sistem Informasi Manajemen. 2012 Management, Information Technology dan Global Template. Proyek ini menggunakan konsultan dari PwC.

Proyek penerapan proyek GLOBE di Nestle Indonesia dimulai pada tahun 2003. Strategi penerapan yang dipakai adalah Phasing Strategi, yaitu penerapan secara bertahap sampai tahun 2006. Proyek ini pertama kali diterapkan di Head Office Jakarta dan Kejayan Factory, Pasuruan, Jawa Timur, yang merupakan pabrik pengolahan susu sapi terbesar di Indonesia. Pada tahun 2005, proyek GLOBE mulai diaplikasikan di Panjang Factory, Lampung dan Cikupa Factory, Tangerang, Jawa Barat. Secara pertahap proyek GLOBE ini diaplikasikan di masing-masing departemen. Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan dalam penetapan sistem ERP yang digunakan diantaranya yaitu ERP sistem sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang ingin tetap kompetitif di persaingan bisnis global, memungkinkan tiap lini bisnis untuk beroperasi dengan strukturnya yang paling optimal. Beberapa faktor yang mempengaruhi dalam keberhasilan penerapan sistem tersebut diantaranya sistem GLOBE memang sudah tepat untuk dicanangkan oleh perusahaan, dengan sistem ERP tersebut perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses bisni yang ada ERP System Global Business Excellence Business Excellence Data Standard & Data Management Information Technology Global Template Sistem Informasi Manajemen. 2012 sehingga dicapai suatu proses bisnis yang efisien dan efektif, serta memberikan kemudahan bagi terjadinya transfer pengetahuan antar masing-masing karyawan maupun antar divisi. Selain itu perusahaan mampu membrikan pelayanan yang semakin baik kepada konsumen dan memberikan produk yang lebih segar dan berkualitas tinggi yang merupakan driver utama dari permintaan konsumen, terakhir keunggulan operasional merupakan keunggulan kompetitif perusahaan dibanding pesaing, karena perusahaan mampu menekan biaya seminimal mungkin hasil dari efisiensi dan efektifitas kerja lini bisnis selagi mempertahankan nilai yang ada. Kondisi tersebut mampu diperankan dengan sangat baik oleh perusahaan.

Disamping segala keuntungan dan manfaat yang didapat oleh perusahaan terkait dengan penerapan sistem ERP ini terdapat pula hambatan-hambatan yang ditimbulkannya. Sistem ERP dirancang khusus untuk menyesuaikan kompleksitas operasional perusahaan besar yang memang dalam operasionalnya memerlukan proses bisnis yang kompleks. Sistem ini dirancang agar mampu menyederhanakan proses bisnis tersebut agar lebih sistematis dan rapi tanpa menghilangkan aspekaspek penting dari proses bisnis yang berjalan. Kecenderungan yang ada sepertinya banyak perusahaan yang hanya mendelegasikan input data kepada seseorang atau tim dari divisi tertentu, bila seseorang atau tim tersebut mengalami kendala apapun dalam operasionalnya, maka sistem tersebut akan terhambat bahkan tidak berjalan. Tentunya disini perlu suatu pemahaman yang baik bagi pelaku-pelaku yang memanfaatkan sistem tersebut mulai dari tingkat staff hingga direksi. Bila pelaku atau operator yang mengoperasikan sistem tersebut kurang memahami sistem tersebut maka kondisi demikian justru akan semakin membuat operasional setiap lini binis perusahaan akan terhambat. Terlebih bila kita melihat bagaimana investasi perusahaan untuk membangun sistem ini memerlukan biaya yang besar. Terlepas dari kendala-kendala khususnya mengenai kapabilitas sumber daya manusia, penerapan ERP yang dilakukan oleh perusahaan secara profesional telah mampu mengembangkan bisnis perusahaan jauh lebih baik lagi.



II. KESIMPULAN

Semakin ketatnya persaingan antar perusahaan, maka setiap perusahaan yang ingin tetap bertahan dan berkembang harus bisa meningkatkan daya saing perusahaannya. Salah satunya yaitu dengan cara mengintegrasikan sistem informasi, dimana terjadi peningkatan efesiensi dari sebuah sistem informasi untuk menghasilkan manajemen yang lebih efesien dalam seluruh tatanan lini proses.

Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang diterapkan oleh PT. Nestle Indonesia membawa dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan bisnis perusahaan. Dengan sistem ERP tersebut perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses bisnis yang ada sehingga dicapai suatu proses bisnis yang efisien dan efektif, serta memberikan kemudahan bagi terjadinya transfer pengetahuan antar masing-masing karyawan maupun antar divisi. Selain itu perusahaan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada Sistem Informasi Manajemen. Konsumen serta perusahaan mampu menekan biaya seminimal mungkin hasil dari efisiensi dan efektifitas kerja lini bisnis selagi mempertahankan nilai yang ada. Disamping segala keuntungan dan manfaat yang didapat oleh perusahaan terkait dengan penerapan sistem ERP ini terdapat pula hambatan-hambatan yang ditimbulkannya. Sistem ERP dirancang khusus untuk menyesuaikan kompleksitas operasional perusahaan besar yang memang dalam operasionalnya memerlukan proses bisnis yang kompleks. Sistem ini dirancang agar mampu menyederhanakan proses bisnis tersebut agar lebih sistematis dan rapi tanpa menghilangkan aspekaspek penting dari proses bisnis yang berjalan. Kecenderungan yang ada sepertinya banyak perusahaan yang hanya mendelegasikan input data kepada seseorang atau tim dari divisi tertentu, bila seseorang atau tim tersebut mengalami kendala apapun dalam operasionalnya, maka sistem tersebut akan terhambat bahkan tidak berjalan. Tentunya disini perlu suatu pemahaman yang baik bagi pelaku-pelaku yang memanfaatkan sistem tersebut mulai dari tingkat staff hingga direksi. Bila pelaku atau operator yang mengoperasikan sistem tersebut kurang memahami sistem tersebut maka kondisi demikian justru akan semakin membuat operasional setiap lini binis perusahaan akan terhambat.


sumber jurnal :

Sabtu, 05 Januari 2019

Tugas Peng. Org. & Arst Komputer


SET INTRUKSI

KARAKTERISTIK DAN FUNGSI SET INSTRUKSI
- Operasi dari CPU ditentukan oleh instruksi-instruksi yang dilaksanakan atau dijalankannya. Instruksi ini sering disebut sebagai instruksi mesin (mechine instructions) atau instruksi komputer (computer instructions).
- Kumpulan dari instruksi-instruksi yang berbeda yang dapat dijalankan oleh CPU disebut set Instruksi (Instruction Set).

ELEMEN-ELEMEN DARI INSTRUKSI MESIN (SET INSTRUKSI)
- Operation Code (opcode) : menentukan operasi yang akan dilaksanakan.
- Source Operand Reference : merupakan input bagi operasi yang akan dilaksanakan.
- Result Operand Reference : merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan.
- Next instruction Reference : memberitahu CPU untuk mengambil (fetch) instruksi berikutnya setelah instruksi yang dijalankan selesai.

TIPE-TIPE OPERAND
1. Addresses 
    Alamat merupakan salah satu bentuk data. Umumnya untuk menentukan alamat memori utama atau memori virtual, sebagian kalkulasi harus dilakukan terhadap referensi operand di dalam sebuah instruksi. Dalam konteks ini, alamat dapat dianggap sebagai (bilangan bulat tak bertanda) (unsigned integer).
2. Numbers
    Semua bahasa mesin memiliki jenis data numerik. Perbedaan yang penting antara bilangan yang digunakan dalam matematika dengan bilangan yang tersimpan di dalam komputer adalah bahwa jumlah bilangan yang digunakan dalam komputer sangat terbatas. Tiga jenis data numerik yang terdapat pada komputer :
a.       Integer (Bilangan Bulat) atau Fixed Point : sebuah integer yang skala dengan faktor tertentu. Penting untuk dicatat bahwa faktor skala ditentukan oleh jenis, itu adalah sama untuk semua nilai dari jenis fixed-titik tertentu.
b.       Floating Point : sebuah bilangan yang digunakan untuk menggambarkan sebuah nilai yang sangat besar atau sangat kecil.
c.       Decimal (Desimal) : sistem pengkodean bilangan desimal yang metodenya mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam proses konversi, setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu, bukan secara keseluruhan seperti konversi bilangan desimal ke biner bia 
3. Characters
             Bentuk data yang umum adalah teks atau untai karakter. Sementara data tekstual merupakan data yang dirasakan paling nyaman bagi manusia, teks dalam bentuk karakter tidak mudah disimpan atau dikirimkan oleh sistem pengolahan data atau sistem komunikasi. Dengan demikian, sejumlah kode digunakan untuk merepresentasikan karakter dengan memakai rangkaian bit.
- ASCII : suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter “|”. Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks.
- EBCDIC : kode 8 bit untuk huruf yang dipakai pada sistem operasi komputer merk IBM,  seperti z/OS, OS/390, VM, VSE, OS/400, serta i5/OS.
4. Logical Data : Bila data berbentuk binary: 0 dan 1

JENIS INSTRUKSI
- Data processing: Arithmetic dan  Logic Instructions
- Data storage: Memory instructions
- Data Movement: I/O instructions
- Control: Test and branch instructions

Tipe-tipe Operasi
Dalam perancangan arsitektur komputer, jumlah kode operasi akan sangat berbeda untuk masing-masing komputer, tetapi terdapat kemiripan dalam jenis operasinya.
1.)  Transfer data
-) Menetapkan lokasi operand sumber dan operand tujuan.
-) Lokasi-lokasi tersebut dapat berupa memori, register atau bagian paling atas dari pada stack.
-) Menetapkan panjang data yang dipindahkan.
-) Menetapkan mode pengalamatan.
Tindakan CPU untuk melakukan transfer data adalah :
a. Memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lain
b. Apabila memori dilibatkan :
-) Menetapkan alamat memori.
-) Menjalankan transformasi alamat memori virtual ke alamat memori aktual.
Operasi Set Instruksi Untuk Transfer Data :
a. MOVE : memindahkan word atau blok dari sumber ke tujuan
b. STORE : memindahkan word dari prosesor ke memori
c. LOAD : memindahkan word dari memori ke prosesor
d. EXCHANGE : menukar isi sumber ke tujuan
e. CLEAR / RESET : memindahkan word 0 ke tujuan
f.  SET : memindahkan word 1 ke tujuan
g. PUSH : memindahkan word dari sumber ke bagian paling atas stack
h. POP : memindahkan word dari bagian paling atas sumber

2.) Arithmatic
Tindakan CPU untuk melakukan operasi Arithmatic :
-) Transfer data sebelum atau sesudah
-) Melakukan fungsi dalam ALU
-) Menset kode kode kondisi dan flag.
Operasi set instruksi untuk aritmatik :
a. ADD                             : Penjumlahan 2 operand
b. SUBSTRACT        : Pengurangan 2 operand
c. MULTIPLY           : Perkalian 2 operand
d. DIVIDE               : Pembagian 2 operand
e. ABSOLUTE           : Mengubah nilai operand menjadi nilai mutlak
f .NEGATIVE            : Mengubah nilai menjadi negatif
g. DECREMENT        : Pengurangan (-1) pada nilai operand
h. INCREMENT         : Penambahan (+1) pada nilai operand
Absolute,Negative,Decrement,Increment merupakan instruksi operasi tunggal

3.) Logical
Tindakan CPU untuk melakukan operasi Logical :
-) Sama dengan arithmetic
Operasi set instruksi untuk operasi Logical :
-) AND, OR, NOT, EXOR
-) COMPARE     :Melakukan perbandingan logika
-) TEST           : Menguji kondisi tertentu
-) SHIFT          : Operand menggeser ke kiri atau ke kanan menyebabkan konstanta pada   ujung bit
-) ROTATE       : Operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan ujung yang terjalin

4.) Conversi
Tindakan CPU sama dengan arithmetic dan logical.
-) Instruksi yang mengubah format instruksi yang beroperasi terhadap format data. Misalnya pengubahan bilangan desimal menjadi bilangan biner.
Operasi set instruksi untuk conversi :
-) TRANSLATE     : menterjemahkan nilai-nilai dalam suatu bagian    memori berdasrkan tabel korespodensi.
-) CONVERT        : mengkonversi isi suatu word dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.

4.)  Input / Output
Tindakan CPU untuk melakukan INPUT /OUTPUT :
-) Apabila memory mapped I/O maka menentukan alamat memory mapped
-) Mengawali perintah ke modul I/O
Operasi set instruksi Input / Ouput :
-) INPUT : memindahkan data dari pernagkat I/O tertentu ke tujuan
-) OUTPUT : memindahkan data dari sumber tertentu ke perangkat I/O
-)START I/O : memindahkan instruksi ke prosesor I/O untuk mengawali operasi I/O
-) TEST I/O : memindahkan informasi dari sistem I/O ke tujuan

5.)  Transfer Control
Tindakan CPU untuk transfer control :
-) Mengupdate program counter   untuk subrutin , call / return.
Operasi set instruksi untuk transfer control :
-) JUMP (cabang) : pemindahan tidak bersyarat dan memuat PC  dengan alamat tertentu.
-) JUMP BERSYARAT : menguji persyaratan tertentu dan memuat PC dengan alamat tertentu atau tidak melakukan apa tergantung dari persyaratan.
-)  JUMP SUBRUTIN : melompat ke alamat tertentu.
-) RETURN : mengganti isi PC dan register lainnya yang berasal dari lokasi tertentu.
-) EXECUTE : mengambil operand dari lokasi tertentu dan mengeksekusi sebagai instruksi
-) SKIP : menambah PC sehingga melompati instruksi berikutnya.
-) SKIP BERSYARAT : melompat atau tidak melakukan apa-apa berdasarkan pada persyaratan
-) HALT : menghentikan eksekusi program.
-) WAIT (HOLD) : melanjutkan eksekusi pada saat persyaratan dipenuhi
-) NO OPERATION : tidak ada operasi yang dilakukan.


DESAIN SET INSTRUKSI
Desain set instruksi merupakan masalah yang sangat komplek yang melibatkan banyak aspek,diantaranya adalah:
1. Kelengkapan set instruksi
2. Ortogonalitas (sifat independensi instruksi)
3. Kompatibilitas :  
a. Source code compatibility.
b. Object code Compatibility
Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan
hal-hal sebagai berikut:
1.Operation Repertoire: Berapa banyak dan operasi apa saja yang disediakan, dan berapa sulit operasinya
2. Data Types: tipe/jenis data yang dapat olah
    Instruction Format: panjangnya, banyaknya alamat, dsb.
3. Register: Banyaknya register yang dapat digunakan
4. Addressing: Mode pengalamatan untuk operand

ADDRESSING MODE


 1. Immediate addressing

Operand (data yang akan dikomputasi) berada langsung pada set instruksi.

2.   Direct Addressing
Operand berada pada memori, set instruksi memegang alamat lokasi memori dimana operand tersebut berada.

3.   Indirect Addresing
Operand berada pada memori, untuk mendapatkan operand ini CPU harus melakukan penelusuran dua kali yaitu dari data alamat memori yang ada pada set instruksi serta alamat yang ditunjuk oleh alamat memori yang diperoleh dari set instruksi tadi.

4.   Register addressing
Operand berada pada register, cara kerjanya mirip dengan direct addressing hanya saja CPU mengakses alamat register bukan alamat memori.

5.   Register Indirect Addressing
Operand berada pada memori, untuk mendapatkan operand CPU harus mengakses register terlebih dahulu karena informasi lokasi operand berada pada register. 

6.  Displacement
Operand berada pada memori, cara kerjanya merupakan gabungan dari teknik direct addressing dan register indirect addressing.

7.   Stack
Operand berada pada stack, operand secara berkala dimasukan ke stack sehingga ketika operand dibutuhkan maka operand sudah berada pada “top of the stack”

Teknik pengalamatan tersebut harus dapat memenuhi kebutuhan komputasi yang dilakukan oleh computer yang secara garis besar dapat dibagi kedalam tiga kategori yaitu:
–         Operasi load (memasukan data).
–         Operasi branch (percabangan).                                                                                                
–         Operasi aritmatik dan logika.

MACAM-MACAM INTRUKSI
Macam-macam instruksi menurut sifat akses terhadap memori atau register
1. Memori To Register Instruction
2.  Memori To Memori Instruction
3.  Register To Register Instruction

KESIMPULAN
Dapat ditarik kesimpulan bahwa instruksi-instruksi mesin harus mampu  mengolah data sebagai implementasi keinginan-keinginan kita
Set instruksi (instruction set) adalah sekumpulan lengkap instruksi yang dapat di mengerti oleh sebuah CPU, set instruksi sering juga disebut sebagai bahasa mesin (machine code), karna aslinya juga berbentuk biner kemudian dimengerti sebagai bahasa assembly, untuk konsumsi manusia (programmer), biasanya digunakan representasi yang lebih mudah dimengerti oleh manusia.
Di dalam sebuah instruksi terdapat beberapa elemen-elemen instruksi:
·         Operation code (Op code)
·         Source Operand reference
·         Result Operand reference
·         Next Instruction Reference
Terdapat kumpulan unit set instruksi yang dapat digolongkan dalam jenis-jenisnya, yaitu :
1. Pengolahan data (data processing)
Meliputi operasi-operasi aritmatika dan logika, operasi aritmatika memiliki kemapuna komputasi untuk pengolahan data numrik, sedangkan instruksi logika beroperasi terhadap bit-bit, bukannya sebagi bilangan, sehingga insrtuksi ini memiliki kemampuan untuk pengolahan data lain.
2. Perpindahan data ( data movement)
Berisi instruksi perpindahan data antar register maupun modul I/O.untuk dapat diolah oleh CPU maka diperlukan operasi-operasi yang bertugas memindahkan data operand yang diperlukan.
3. Penyimpanan data ( data storage)
Berisi instruksi-instruksi penyimpanan ke memori, instruksi penyimpanan sangat penting dalam operasi komputasi, karena data tersebut akan digunakan untuk operasi berikutnya, minimal untuk ditampilkan pada layar harus diadakanpenyimpanan walaupun sementara
4. Control aliran program ( program flow control)
Berisi instruksi pengontrolan operasi dan pencabangan, instruksi ini berguna untuk pengontrolan status dan mengoperasikan pencabangan ke set instruksi lain.

DAFTAR PUSTAKA

Jelaskan apa itu CCNA?

CCNA adalah singkatan dari Cisco Certification Network Associate. Sebuah program sertifikasi di industri jaringan komputer yang dikeluarkan ...