Jumat, 25 Oktober 2019

SISTEM PAKAR

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT CACAR AIR PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

HAIKAL AKBAR

SISTEM INFORMASI-FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI-UNIVERSITAS GUNADARMA


haikalakbar015.blogspot.com






SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT CACAR AIR PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

Abstrak
Penyakit cacar air adalah penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja, terutama yang belum diimunisasi. Data Kabupaten Kesehatan Klaten, jumlah penderita cacar air pada September 2011 adalah 986 orang. Berdasarkan data dari Australia menunjukkan 83% anak terinfeksi cacar air berusia 10 - 14 tahun. Di Australia, ada sekitar 240.000 kasus, 1.500 rawat inap dan sekitar 7 kematian per tahun akibat cacar air. Metode yang digunakan adalah metode Certainty Factor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem pakar perangkat lunak yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mendiagnosis perangkat lunak sistem pakar penyakit cacar air termasuk analisis kebutuhan pengguna, analisis kebutuhan dan pengetahuan rekayasa desain sistem yang dalam rekayasa perangkat lunak ini, data yang dikumpulkan diwakili sebagai basis pengetahuan, keputusan, basis aturan dan desain mesin inferensi, desain sistem lebih lanjut, proses pembuatan desain terdiri dari pemodelan dan diagram konteks DFD, pemodelan data yang terdiri dari merancang ERD, dan Table Mapping mengelilingi tabel selanjutnya proses pengembangan implementasi menggunakan Visual Basic 6.0. Hasil berupa program aplikasi sistem pakar yang mampu mendiagnosis penyakit seperti diagnosa penyakit sistem keluaran cacar air meliputi nilai MB, MD dan nilai CF (Certainty Factor) yang diperoleh dengan perhitungan menggunakan metode faktor Certainty, penyebabnya. dan solusi.

1. Pendahuluan


1.1 Latar Belakang Masalah

Penyakit cacar air merupakan penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi. Di Indonesia tidak banyak data yang mencatat kasus cacar air secara nasional. Data yang tercatat merupakan data epidemic cacar air pada daerah tertentu saja. Sesuai data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, jumlah penderita cacar air pada bulan september 2011 adalah 986 orang. Jumlah ini terhitung terdapat banyak sekali kenaikan penderita cacar air, karena data penderita penyakit ini pada bulan agustus 2011 hanya terdapat 171 orang. Berdasarkan data Australia menunjukkan, 83% dari anak-anak yang terinfeksi oleh cacar air berumur 10 – 14 tahun. Di Australia ada sekitar 240.000 kasus,

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimana merancang sistem pakar untuk diagnosa penyakit cacar air pada anak dengan metode certainty factor?”.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.    Menghasilkan suatu sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit cacar air pada anak berdasarkan gejala-gejala yang diberikan oleh user dan memberikan definisi mengenai jenis penyakit, penyebab, penularan, pencegahan, dan solusi yang sebaiknya dilakukan.
2.    Mendokumentasikan atau menyimpan informasi dari pengetahuan seorang pakar untuk direpresentasikan.
3.    Menerapkan ilmu berbasis informatika dalam bidang sistem informasi untuk membantu diagnosa penyakit cacar air pada anak.

1.4 Metode Penelitian

Dalam pembuatan skripsi ini, meliputi langkah- langkah sebagai berikut :
1. Pengumpulan data yang diperlukan
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai sumber pelengkap untuk mendukung keakuratan informasi yang terkandung. Data-data tersebut diambil menggunakan beberapa metode pengumpulan data, antara lain :
a.        Study Literatur
Metode yang dilakukan dengan menggunakan buku-buku perpustakaan yang meliputi literatur, catatan dan bacaan lain yang menunjang penulisan serta pengembangan program Visual Basic 6.0 dan SQL Server 2000.
b.       Browsing
Pengamatan keberbagai web site di internet yang menyediakan informasi yang relevan dengan permasalahan dalam pembuatan sistem ini.
c.         Interview
Yaitu teknik memperoleh data dengan tanya jawab atau wawancara secara langsung dengan pakar (dokter spesialis anak) yaitu DR.Dr.Fx.Wikan Indarto,Sp.A.

2. Analisa data yang telah dikumpulkan
Membuat analisa terhadap data yang sudah diperoleh dari hasil interview yaitu membuat spesifikasi yang terstruktur .

3. Perancangan dan Desain Sistem
Memahami rancangan sistem pakar sesuai data yang ada dan mengimplementasikan model yang diinginkan oleh pengguna.

4. Pembuatan Aplikasi
Tahap ini merupakan tahap pembuatan dan pengembangan aplikasi sesuai dengan desain sistem yang ditetapkan pada tahap sebelumnya. Sistem Pakar untuk mendiagnosa penyakit cacar air pada anak dengan metode certainty factor dibangun dengan Visual Basic 6.0 dan SQL Server 2000.

5. Uji Coba dan Evaluasi
Menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur dan sistem secara keseluruhan. Proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem yang telah dibuat sudah benar, sesuai dengan karakteristik yang ditetapkan dan tidak ada kesalahan.

6. Penyusunan Skripsi
Pembuatan skripsi ini berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan dari hasil program.

2. Landasan Teori

2.1 Pengertian Sistem Pakar

Menurut Kusrini (2006:11) Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut. Sistem pakar bekerja berdasarkan pengetahuan yang dimasukkan oleh seorang atau beberapa orang pakar dalam rangka mengumpulkan informasi hingga sistem pakar dapat menemukan jawabannya.

2.2 Arsitektur Sistem Pakar


Arsitektur dasar dari Sistem Pakar dapat dilihat pada Gambar 2.1 (Giarrantono dan Riley, 1994).




Gambar 2.1 Arsitektur Sistem Pakar


 

 

 

 

2.3 Metode Certainty Factor

 

Faktor kepastian (certainty factor) diperkenalkan oleh Shortliffe Buchana dalam pembuatan MYCIN pada tahun 1975 untuk mengakomodasi ketidakpastian pemikiran (inexact reasoning) seorang pakar. Teori pengembangan MYCIN mencatat bahwa dokter sering kali menganalisa informasi yang ada dengan ungkapan seperti misalnya: mungkin, kemungkinan besar, hampir pasti. Untuk mengakomodasi hal ini tim MYCIN menggunakan certainty factor (CF) guna menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.

Definisi menurut David McAllister Certainty Factor adalah suatu metode untuk membuktikan apakah suatu fakta itu pasti ataukah tidak pasti yang berbentuk metric yang biasanya digunakan dalam sistem pakar. Metode ini sangat cocok untuk sistem pakar yang mendiagnosa sesuatu yang belum pasti. Certainty factor (CF) menunjukan ukuran kepastian terhadap suatu fakta atau aturan.
Certainty factor didefinisikan sebagai berikut: CF[h,e] = MB[h,e] – MD[h,e]
dengan:
CF[h,e]              = faktor kepastian
MB[h,e]             = ukuran kepercayaan terhadap hipotesis h, jika diberikan evidence e (antara 0 sampai 1).
MD[h,e]            = ukuran ketidakpercayaan terhadap evidence h, jika diberikan evidence e (antara 0 sampai 1).

2.4 Penyakit Cacar Air

 

Varisela (Cacar air, “Chicken Pox”) ialah penyakit akut, menular yang ditandaioleh vesikel di kulit dan selaput lender yang disebabkan olehvirus varicella.

2.5.1 Etiologi (Penyebab Penyakit)

 

Varicella disebabkan oleh Herpes virus varicella atau disebut juga virus varicella-zoaster (virus V – Z ). Virus tersebut dapat pula menyebabkan herpes zoster. Kedua penyakit ini mempunyai manifestasi klinis yang berbeda. Diperkirakan bahwa setelah ada kontak dengan virus V – Z akan terjadi varisela; kemudian setelah penderita varisela tersebut sembuh, mungkin virus itu tetap ada dalam bentuk laten (tanpa ada manifestasi klinis) dan kemudian virus V- Z diaktivasi oleh trauma sehingga menyebabkan herpes zoster. Virus V – Z dapat ditemukan dalam vesikeldan dalam darah penderita varisela; dapat dilihat dengan mikroskop electron dan dapat diisolasi dengan menggunakan biakan yang terdiri dari fibroblast paru embrio manusia.

2.5.2 Epidemologi (Jalannya Penyakit)


Sangat mudah menular, yaitu melalui percikan ludah dan kontak. Dapat mengenai semua golongan umur, termasuk neonates (vaisela congenital), tetapi tersering pada masa anak. Penderita dapat menularkan penyakit selama 24 jam sebelum kelainan kulit (erupsi) timbul sampai 6 atau 7 hari kemudian. Biasanya seumur hidup, varisela hanya diderita satu kali. Residif dapat terjadi pada penderita peyakit keganasan dan pada anak dengan pencangkokan ginjal yang sedang diberi pengobatan imunosupresif.

2.5.3 Patologi (Kejadian yang Tidak Normal)


Terjadi vesikel di epidermis dengan degenerasi dan badan inklusi di dalam nucleus. Pula terdapat infiltrasi sel bulat di korium dan dilatasi kapiler.
Gejala klinis :
Masa inkubasi 11 – 12 hari, biasanya 13 – 17 hari. Penyakit ini dibagi dalam 2 stadium, yaitu :

1.         Stadium Prodromal
24 jam sebelum kelainan kulit timbul, terdapat gejala panas, lemah (malaise), anoreksia. Kadang
– kadang terdapat kelainan scarlatinaform atau morbiliform.
2.         Stadium Erupsi
Dimulai dengan terjadinya papula merah, kecil, yang berubah menjadi vesikel yang berisi cairan jernih dan mempunyai dasar eritematous. Permukaan vesikel tidak memperlihatkan cekungan di tengah (unumbilicated). Isi vesikel berubah menjadi keruh dalam waktu24 jam. Biasanya vesikel menjadi kering sebelum isinya menjadi keruh.dalam 3 – 4 hari erupsi tersebar; mula-mula di dada lalu ke muka, bahu dan anggota gerak. Erupsi ini disertai perasaan gatal.

Pada suatu saat terdapat bermacam-macam stadium erupsi; ini merupakan tanda khas penyakit varisela. Vesikel tidak hanya terdapat di kulit, melainkan juga di selaput lendir mulut. Bila terdapat infeksi sekunder, maka akan terjadi limfadenopatia umum.

3. Analisis dan Perancangan

 

3.1 Analisis Sistem


3.1.1 Deskripsi Sistem

Sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit cacar air pada anak ini merupakan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu mendiagnosa penyakit cacar air pada anak yang diwujudkan dengan adanya interaksi Antara pengguna dengan system. Dalam proses ini, system akan memberikan daftar gejala yang sudah tersimpan dalam system berupa basis pengetahuan. Jawaban akan gejala yang diberikan pengguna akan diproses untuk menghasilkan kesimpulan tentang penyakit yang menyerang si penderita dengan didukung oleh nilai kepastian. Sistem kemudian akan memberikan penyebab, penularan dan solusi yang dapat dilakukan untuk menekan perkembangan penyakit dan menangani penyakit yang diderita serta mencegah agar tidak terserang penyakit tersebut.

 

3.2 Analisis Kebutuhan Sistem


3.2.1 Analisis Kebutuhan Fungsional

Kebutuhan fungsional adalah jenis kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang nantinya dilakukan oleh sistem dan berisi informasi-informasi apa saja yang harus ada dan dihasilkan oleh sistem, meliputi :

1.     Sistem harus dapat melakukan log-in, log-out dan exit
a.     Admin dapat melakukan login, menambah dan menghapus pakar.
b.     Admin dan Pakar dapat melakukan log-out dan exit.
c.     Pengguna (pasien) dapat melakukan exit.
2.     Sistem harus dapat membatasi hak akses pengguna.
a.     Hak akses pengguna terdapat tiga, yakni admin, pakar dan pengguna (pasien).
b.     Admin mendapatkan hak akses untuk menambahkan, mengubah dan menghapus data pakar.
c.     Pakar mendapatkan hak akses untuk menambahkan, mengubah dan menghapus data penyakit, data gejala, data penyebab, data penularan, data pencegahan, data solusi, aturan penyakit, aturan penyebab, aturan pencegahan dan aturan solusi.
3.     Sistem dapat melakukan konsultasi dan diagnosa penyakit.
a.     Pengguna (pasien) dapat menggunakan menu konsultasi, menginputkan gejala yang diderita, tanpa harus melakukan login.
b.     Pengguna (pasien) dapat mengetahui penyakit yang diderita beserta penyebab, cara penularan, pencegahan dan solusi atas penyakit yang terdiagnosa.
4.     Sistem harus dapat melakukan entri data-data seperti data penyakit, data gejala, data penyebab, data pencegahan, data penularan, data solusi dan data daftar semua aturan
a.     Pakar dapat menambahkan, mengubah dan menghapus data penyakit beserta dengan kode penyakit, penyakit dan penjelasan.
b.     Pakar dapat menambahkan, mengubah dan menghapus data gejala beserta dengan kode gejala, gejala, nilai MB dan MD..
5.     Sistem dapat menghitung nilai kepastian (MB) dan nilai tidak pasti (MD) suatu gejala terhadap penyakit yang diderita oleh Pengguna (pasien).
6.     Sistem dapat melakukan laporan pakar secara otomatis.


3.2.3 Analisis Kebutuhan Non Fungsional


3.2.2.1 Kebutuhan Perangkat Keras

Tabel 3.1 Kebutuhan Perangkat Keras

Perangkat Keras
Intel(R) Pentium (R) CPU8960
Monitor, Keyboard, Mouse
RAM 2048 MB
Harddisk 250 GB


  
3.2.2.1.1 KebutuhanPerangkat Lunak
            
             Tabel 3.2 Kebutuhan Perangkat Lunak
Perangkat Lunak
Keterangan
Sistem operasi
Windows 7 (seven) 32 bit
Bahasa Pemrograman
Visual Basic 6.0
Database Server
Microsoft SQL Server 2000
Data Modelling
Microsoft Office Visio 2010

 






3.3 Perancangan Sistem


Di dalam perancangan system ini dibuat rancangan flowchart system, perancangan DFD, perancangan database, perancangan table dan perancangan antar muka.


3.3.1 Flowchart Sistem




                                                      Gambar 3.1 Flowchart Sistem



3.3.1 Diagram Alir






                                       Gambar 3.2 Diagram Alir Data Level 0



3.4 Perancangan Database


Database merupakan bagian dari implementasi system pakar yang digunakan untuk menyimpan semua data, baik basis pengetahuan maupun basis aturan



                        Gambar 3.3 Entity Relation Diagram

4.     Implementasi dan Pembahasan

 

4.1    Implementasi


                                    Gambar 4.1 Tampilan Menu Utama



                             Gambar 4.2 Tampilan Menu Konsultasi



                        Gambar 4.3 Tampilan Menu Hasil Diagnosa


4.2 Pembahasan


Tabel 4.2 Perbandingan Hasil Diagnosa Dokter dan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Cacar Air Pada Anak


NO
Kasus
Hasil Diagnosa
Pakar
Sistem
1
Gejala :
1.     Demam
2.     Sakit Kepala
-     Cacar Air
Stadium
-     Cacar Air Stadium
Prodroma

 







    


      



















yang   interaktif  dengan interface yang lebih menarik dari perbandingan hasil analisa sistem pakar dengan hasil diagnosa dokter diatas dapat kita hitung persentasenya, dimana jumlah kasus yang bernilai benar dibagi dengan jumlah total kasus keseluruhan. Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:
Rumus persentasi perbandingan hasil diagnosa
Perbandingan Hasil Diagnosa(%)
= ∑Kasus bernilai benar x100%
∑Kasus
Diketahui jumlah kasus yang bernilai benar 14 dari 20 kasus, maka perhitungan persentasi perbandingan hasil diagnosa sebagai berikut:
Perbandingan Hasil Diagnosa(%) = 14 x100%
20
Perbandingan Hasil Diagnosa(%) = 70%
Perbandingan hasil diagnosa menghasilkan 70% sistem ini mendekati hasil diagnosa dokter. Hal ini bukan disebabkan karena diagnosa yang salah pada sistem, tetapi karena sistem ini hanya mendiagnosa penyakit cacar air pada anak.

5. Kesimpulan


5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengembangan dan pembahasan maka dapat disimpulkan :
1.     Dari penelitian dihasilkan sebuah software yang mampu mendiagnosa jenis penyakit Cacar Air Pada Anak berdasarkan gejala yang dimasukkan dan dapat memberikan informasi tentang penyakit yang terdiagnosa.
2.     Perangkat lunak yang dihasilkan mampu mendiagnosa jenis penyakit Cacar Air Pada Anak dengan perhitungan nilai kepastian menggunakan metode Certainty Factor, dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0 yang dapat beraksi layaknya seorang pakar. Sistem ini dapat digunakan sebagai media konsultasi.

5.2 Saran


Saran-saran yang dapat penulis sampaikan berkaitan dengan diagnosa penyakit cacar air pada anak, antara lain:
1.     Sistem ini menghasilkan hasil diagnosa dengan presentase sebesar 70%. Oleh karena itu, untuk penelitian selanjutnya dapat meningkatkan presentasenya.
2.     Program aplikasi ini masih dapat dikembangkan lagi bagi yang tertarik dan berminat, seperti pengembangan sistem menjadi berbasis web atau mobile maupun pengembangan kearah multimedia

Daftar Pustaka

[1]     Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
[2]     Arief, M. Rudyanto. 2005. Pemrograman Basis Data Menggunakan Trasact-SQL dengan Mecrosoft SQL Server 2000. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
[3]     Arhami, Muhammad. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogykarta: Andi Offset.
[4]     Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1985. Ilmu Kedokteran Anak. Edisi Kelima. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.
[5]     Jogiyanto. 2005. Analisis & Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset Offset.
[6]     Kusrini. 2006. Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
[7]     Kusrini. 2007. Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data. Yogyakarta: Penerbit ANDI OFFSET
[8]     Kusrini. 2008. Aplikasi Sistem Pakar. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
[9]     Palupi, Dwi Retno. 2012. Sistem Pakar Pengobatan Alergi Dengan Thibunnabawi. Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM. Yogyakarta.
[10]  Putra Tjumoko, Yohan Kurnia. 2011. Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Pada Balita dengan Metode Forward Chaining.
Kearsipan STIKOM SURABAYA
[11]  Sunyoto, Andi. 2007. Pemrograman Database dengan Visual Basic dan Microsoft SQL. Yogyakarta: Penerbit ANDI OFFSET.
[12]  Wijayanti, Poni. 2012. Sistem Pakar Mendiagnosa Jenis Penyakit Stroke Menggunakan Metode Certainty Factor. Fakultas Teknik Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.




























            



Rabu, 24 April 2019

Tugas Bahasa Indonesia 1


Sinonim
1.      Ahli = Pakar
Ahli     : Menurut para ahli geologi, tidak akan terjadi gempa susulan
Pakar   : Pak Toto merupakan seorang pakar telematika yang handal
2.      Dampak = Akibat
Dampak  : Kartu merah yang didapat Robby berdampak buruk bagi permainan tim nya
Akibat     : Kesalahan pada saat memasang tabung gas dapat berakibat fatal
3.      Kuno = Antik
Kuno : pak somad senang sekali mengoleksi lukisan – lukisan kuno
Antik : bu atiek mempunyai 5 buah cincin antik peninggalan kakeknya
4.      Donasi = Bantuan
Donasi    : Jumlah donasi yang sudah terkumpul untuk korban bencana banjir sudah mencapai 150 juta
Bantuan : Pak Butet memberikan bantuan berupa 10 Kg beras kepada korban bencana longsor
5.      Instruktur = Pelatih
Instruktur  : Bu Jamilah merupakan seorang instruktur senam yang sudah terkenal di Jakarta
Pelatih       : Pelatih Timnas Mexico menegaskan bahwa para pemainnya sudah dalam kondisi 100 persen fit untuk menghadapi timnas Belgia

Antonim
1.      Panjang >< Pendek
Panjang            : Razak memiliki sebuah samurai yang panjang sekali
Pendek : Pohon mangga dihalaman rumah Abdul ternyata pendek sekali
2.      Luas >< Sempit
Luas     : Rudi memiliki tambak ikan yang sangat luas
Sempit : Rama tidak bisa memasukkan motornya ke garasi karena garasinya sempit
3.      Hitam >< putih
Hitam   : Sulaiman memiliki helm berwarna hitam
Putih    : Qodir selalu menggunakan kemeja berwarna putih
4.      Mudah >< Sulit
Mudah : Menjadi seorang kuli panggul bukanlah pekerjaan yang mudah
Sulit     : Kata Obay, soal olimpiade fisika tahun ini sangatlah sulit dimengerti
5.      Murah >< Mahal
Murah  : Ternyata harga sepatu compass lebih murah daripada harga sepatu converse
Mahal  : Harga sebuah property di daerah wonogiri ternyata sangatlah mahal
  

Homonim
1.      Bulan
-          Pada bulan desember nanti, arkan dan keluarga akan berlibur ke Thailand
-          Pada tanggal 27 september nanti, akan terjadi yang namanya gerhana bulan
2.      Bisa
-          Rommand sujud syukur karena bisa lolos seleksi tim nasional Belanda
-          Wawat meninggal dunia akibat digigit ular berbisa di kebun belakang rumahnya
3.      Kali
-          Rumah ka Wandi berada tepat disebelah kali ciujung
-          Tim futsal RW.02 sudah beberapa kali mengalami kekalahan selama satu minggu ini
4.      Selang
-          Arfael tidak bisa mencuci sepedanya karena selangnya bocor
-          Hanya selang dua menit, gawang tim alphabet kembali kebobolan
5.      Palu
-          Minggu depan, fahri dan salman akan melakukan observasi ke kota palu
-          Adnan telah menghilangkan palu milik ayahnya

Homofon
1.      Bank (lembaga keuangan) - Bang (panggilan kakak laki – laki)
-          Pak marhan sekarang bekerja sebagai pegawai bank swasta
-          Bang itong merupakan anak kedua dari lima bersaudara
2.      Rok (jenis pakaian wanita) - Rock (jenis musik)
-          Shania memiliki tujuh rok yang berwarna jingga
-          Kang sasto adalah fans dari salah satu band rock paling terkenal didunia, yaitu Metallica
3.      Bli (panggilan abang di bali) - Beli (membeli barang/jasa)
-          Bli ketut senang sekali bisa pergi jalan – jalan ke Padang
-          Hayfa membeli kamera baru Karena kamera lamanya hilang
4.      Jarum (logam kecil yang runcing dan tajam) - Djarum (merek rokok)
-          Tangan samson berdarah karena tertusuk jarum pentul
-          Sabyan menyuruh sakti untuk membeli rokok djarum super di warung Madura
5.      Tujuh (angka) - Tuju (arah tujuan)
-          Pak gogon dan Bu sartinah memiliki tujuh kontrakan didaerah gading serpong
-          Farhan tersesat di hutan dan tidak tau kemana arah yang harus di tuju agar bisa keluar dari hutan tersebut


Homograf
1.      Apel
-          Rahma sering membeli apel ditoko buah didekat rumahnya
-          SMAN 3 Solo selalu melakasanakan apel pada pukul 07.00 WIB
2.      Serang
-          Semua tim harus berhati hati dengan tim angkasa Karena mereka memiliki taktik serangan balik yang sangat baik
-          Pak Nasrul mengajar di SMAN 19 Bogor padahal rumahnya di Serang

3.      Tahu
-          Semua orang tahu kalau Dandi adalah seorang Polisi
-          Tahu goreng pedas buatan Bu Fina sangatlah lezat dan Nikmat
4.      Serak
-          Ciri khas dari Abdel adalah dia memiliki tubuh tinggi, berbadan gemuk, dan bersuara serak
-          Setelah kejadian angina puting beliung, banyak puing puing rumah yang berserakan
5.      Keset
-          Di AEON MALL ada promo setiap membeli 2 keset gratis 1 gelas cantik
-          Semua piring dan gelas menjadi keset setelah dicuci menggunakan sabun yang dibeli di Bu Asih

Denotasi
1.      Kambing hitam yang sempat meresahkan warga ternyata milik Pak Tulus
2.      Agya sering mengeluh kalau tulang punggungnya sakit
3.      Hamam baru saja memakan hati sapi yang dimasak oleh ibunya
4.      Pada saat bermain voli, tangan kanan haikal terkilir karena salah jatuh
5.      Kemarin, Apip membeli kaos tangan panjang seharga 150.000 rupiah

Konotasi
1.      Hardi sangat sedih karena dituduh sebagai kambing hitam pada kasus pembunuhan yang terjadi disebelah rumahnya (kambing hitam : orang yang dianggap salah)
2.      Ferdy sudah menjadi tulang punggung keluarganya sejak berumur 10 tahun karena ayahnya sudah meninggal dunia (tulang punggung : tumpuan bagi orang lain)
3.      Sifat kasar yang dilakukan firman kepadaku membuat aku merasa makan hati karenanya (makan hati : dongkol,kecewa)
4.      Dharma memiliki tangan kanan yang bernama Goby (tangan kanan : orang kepercayaan)
5.      Aku tidak menyangka kalau Harun memiliki sifat tangan panjang (tangan panjang : pencuri)
  
Abstrak
1.      Indonesia memiliki berbagai macam ragam suku dan budaya yang berbeda disetiap daerahnya
2.      Harta kekayaan yang dimiliki oleh Pak Qomar merupakan hasil kerja kerasnya dari berjualan perhiasan
3.      Angka kemiskinan di Indonesia termasuk yang terbanyak di tahun 2019
4.      Kalimantan merupakan daerah penghasilan kerajinan tangan terbanyak di Indonesia
5.      Negara Qatar merupakan Negara yang memiliki tingkat kemakmuran yang tertinggi diantara Negara – Negara lainnya

Konkret
1.      Hilda dijanjikan akan dibelikan motor baru oleh ayahnya jika dia berhasil menjadi juara satu dalam olimpiade matematika di Surabaya
2.      Kerak telor merupakan makanan khas betawi yang rasanya sangatlah gurih dan lezat
3.      Dirumah pak Jumadil terdapat 20 jenis binatang yang dipelihara dirumahnya
4.      Gagah menemukan selembar uang 100.000 rupiah didepan garasi rumahnya
5.      Pak Haikal baru saja membeli 1 unit mobil BMW berwarna hitam

Umum
1.      Arya senang melihat ikan di aquarium milik pamannya
2.      Hafidz lupa membawa dompet ketika sedang pergi bersama teman – temannya
3.      Sejak kecil, Marni senang sekali memelihara hewan peliharaan dirumahnya
4.      Gerald sudah menetap dirumah itu sejak berumur 6 tahun
5.      Rayi senang sekali ketika diajak pergi ketaman bunga yang indah oleh ibunya

Khusus
1.      Harfin sangat senang menyaksikan konser adelle yang digelar dijakarta pada minggu lalu
2.      Jaka diminta ibunya untuk mengangkat TV yang baru dibeli ibunya agar bisa segera dipasangkan di dinding rumahnya
3.      Agil sempat memelihara kucing Persia dirumah lamanya
4.      Hardono sudah tinggal di villa milik kakeknya selama lebih dari 10 tahun
5.      Sarah terlihat sangat cantik ketika memakai gaun merah pada saat acara ulang tahunnya kemarin

Populer
1.      Hari ini, Pak Tujiwo menggunakan pakaian serba hitam
2.      Bang Rijal membeli barang elektronik di toko langganannya
3.      Heru senang kalau pendapatnya dapat didengar oleh orang lain
4.      Haerul sering melakukan kegiatan jual beli buku disekolahnya
5.      Ilyas sakit pilek setelah bermain hujan hujanan dari pagi hingga sore

Kajian
1.      Tim futsal RW.013 menggunakan kostum berwarna Merah Hitam
2.      Fendo senang sekali menggunakan produk – produk lokal buatan kakaknya
3.      Sandi dan sinda saling beradu argument pada saat lomba debat tadi sore disekolah
4.      Setiap kali Pak gunawan melakukan transaksi dengan menggunakan ATM BNI, maka akan mendapatkan diskon sebesar 15 persen
5.      Kelompok garuda sedang melakukan penelitian terhadap penyakit Influenza yang sering dialami oleh orang - orang terutama anak kecil

Jargon
1.      Sikon (situasi dan kondisi)
Liat gimana sikon ae ya bos, klo cuaca gaujan, gue dateng kesana
2.      Dok (dokter)
Disuntiknya ga sakit kan dok?
3.      Sus (suster)
Itu obat yang warna ungu rasanya ga pait kan sus?
4.      Kep (kapten)
Pokonya semuanya aman kep, gausah khawatir pokonya
5.      Fulus (uang)
Pokonya selama ada fulus, semuanya aman terkendali bos

Slang
1.      Baper (bawa perasaan)
Yailah gitu aja baper lu mah han
2.      Selow (santai)
Selow aja bro, kita pasti menang ko
3.      Sotoy (sok tau)
Makanya jadi orang jangan sotoy lu eng, salah jalan kan jadinya
4.      Pelor (nempel molor)
Lain kali gausah ngajak pergi si Kudil lagi lah, di amah pelor anaknya, susah dibanguninnya
5.      Mager (males gerak)
Weh jangan gue dong yang beli, lagi mager nih gue

Meluas
1.      Kakak – kakak : siapa saja yang lebih pantas dan lebih tua dari pada kita
SDN 012 Bali kedatangan kakak – kakak dari universitas brawijaya
2.      Adik – adik : siapa saja yang pantas dan lebih muda dari pada kita
Selamat pagi adik – adik semuanya, gimana kabarnya? Udh siap belum buat lomba lari hari ini?
3.      Ibu – ibu : wanita yang lebih tua dari pada kita dan kedudukannya lebih tinggi
Setiap hari minggu, Kamal sering melihat ibu – ibu sedang senam didepan balai warga
4.      Bapak – bapak : pria yang lebih tua dari pada kita dan kedudukannya lebih tinggi
Malam ini, para anggota karang taruna akan mengkuti rapat yang diadakan oleh bapak – bapak di RW.013
5.      Saudara – saudara : sebutan lain untuk kata kamu
“demikian lah yang dapat saya sampaikan kepada saudara – saudara sekalian, kurang lebihnya mohon maaf, terima kasih” ucap Pak Lurah cijantung

Menyempit
1.      Penulis : sebuah profesi
Bang Faisal merupakan seorang penulis asal bandung yang karyanya tersebar di lima kota besar
2.      Motor : sepeda motor
Besok, Alfian akan membeli motor baru karena motor lamanya sudah tidak layak dipakai
3.      Kitab : buku – buku suci atau keagamaan
Qomar gemar sekali menghafal surat – surat pada kitab suci al-qur’an dan sudah mengafal 27 JUZ
4.      Sarjana : orang yang lulus dari perguruan tinggi
Waktu SMA, Layla pernah bercita – cita menjadi seorang sarjana hukum
5.      Sastra : tulisan yang berbau seni
Karyo telah membuat karya sastra lebih dari 28 judul dan semuanya terkenal

Sinestesia
1.      Tajam
-          Samurai yang dipegang oleh Pak Sartono sangatlah tajam
-          Gamal sering dijauhi oleh teman temannya karena omongannya yang sangat tajam pada saat mengomentari sesuatu
2.      Pedas
-          Sambal yang dibuat oleh Bu Kartika sangatlah pedas dan mantap
-          Pak Galih sangat terkenal dengan omongannya yang pedas
3.      Manis
-          Martabak yang dibeli Tarman ini rasanya manis dan gurih
-          Nissa terlihat sangat manis ketika menggunakan gaun putih buatan ibunya
4.      Dingin
-          Jus mangga ini sangat dingin karena terlalu banyak es batunya
-          Sifatnya yang dingin, membuat hati menjadi semakin penasaran

5.      Licin
-          Belut ini sangat licin, sehingga sulit untuk ditangkap
-          Maling ini sangatlah licin, sudah berkali kali warga gagal menangkap maling tersebut

Amelioratif
1.      Buta menjadi tunanetra
-          Meskipun Hadi itu tunanetra, tapi dia tetap melanjutkan pendidikannya hingga selesai
2.      Gelandangan menjadi tunawisma
-          Candra merupakan seorang tunawisma, tetapi dia tidak pernah lupa untuk saling berbagi dengan sesama manusia
3.      Bini menjadi isteri
-          Isteri Pak Herman sedang mengikuti lomba memasak di kantornya
4.      Beranak menjadi melahirkan
-          Shanty telah melahirkan putri pertamanya yang bernama Sofia
5.      Bui menjadi lembaga pemasyarakatan
-          Gazali menjadi lebih alim setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan

Peyoratif
1.      Kawanan menjadi gerombolan
-          Gerombolan singa terlihat sedang memangsa seekor gajah yang sudah mati
2.      Menikah menjadi kawin
-          Denny dan Miya rencananya akan kawin pada tahun 2020
3.      Meninggal menjadi mati
-          Kucing yang tadi tertabrak motor akhirnya mati karena kepalanya terlindas ban motor
4.      Talak menjadi cerai
-          Pak Sumargo sudah menceraikan isterinya sejak satu minggu yang lalu
5.      Pramuniaga menjadi pelayan toko
-          Pelayan toko beras ini sangatlah ramah seningga banyak orang yang senang berbelanja disini

Asosiasi
1.      Amplop : uang suap
-          Banyak caleg yang suka memberikan amplop kepada warganya agar warganya memilih dia
2.      Gulung tikar : bangkrut
-          Toko sembako milik Hj.Yanuar akhirnya gulung tikar Karena sepi pembeli
3.      Menjamur : ada dimana – mana
-          Permainan game mobile sudah menjamur ke kalangan mana pun, mulai dari yang muda sampai yang tua
4.      Menggurita : bercabang atau bertambah cabangnya
-          Usaha rumah makan sunda milik Bu Kokom semakin menggurita hingga ke luar daerah
5.      Bak pinang dibelah dua : sangatlah mirip
-          Paeng dan Erly bukan saudara kembar tetapi wajahnya hampir serupa bak pinang dibelah dua

Jelaskan apa itu CCNA?

CCNA adalah singkatan dari Cisco Certification Network Associate. Sebuah program sertifikasi di industri jaringan komputer yang dikeluarkan ...